Membuat alasan agar bisa memarahi Feby bukan sama sekali tujuan Leindra. Ia sama sekali tidak bertujuan untuk mengada-ngada dengan semua yang ia katakan, semuanya memang apa adanya, ia tahu keadaannya akan menjadi seperti ini jika tidak mempunyai hubungan yang tidak enak sebelumnya dengan rekan kerja, ada saja yang terasa tidak mengenakkan. Rasa-rasanya apapun yang kita lakukan takutnya nanti dinilai lain. Walaupun dengan keadaan seperti ini sekaligus membuat tujuannya terlaksana, ia sangat bimbang. Tapi ini semua sudah kepalang ia lakukan, ia tidak bisa mundur lagi dan bahkan ia harus mencari kesempatan manapun yang ia bisa masukkan. Satu hal yang bisa Leindra yakini bahwa Feby masih ada pada dirinya dan juga sebaliknya. Bukan main ia terkejut pertama kali setelah bertahun-tahun tidak be

