Leindra menatap nanar dengan rasa takut melihat mangkuk dan segelas air mineral yang dibawakan Feby. Apa lagi yang ia masak? Apakah akan asin lagi? Bagaimana nanti cara menelannya? Itulah pikiran Leindra. "Tenang. Ini masakan mamak kok mas." Arah mata Leindra beralih ke Feby. Dia...? "Mas kenapa ga bilang kalau masakan saya asin? Kan saya jadi ga enak." Leindra langsung bangkit dari tidurnya dan duduk dengan lemas. "Tidak kok. Sejujurnya itu enak, kan mulut saya tidak ada rasa. Jadi bagus makan yang asin-asin." Feby makin lesu setelah mendengar perkataan Leindra. "Bahkan saat lidah mas sedang tawar, bisa merasakan masakan saya asin. Berarti memang separah itu kan asinnya." Percakapan semakin aneh, dan Leindra paham ini akan mengarah kemana. "Saya sudah bilang sama mas. Gimana m

