Akhirnya setelah diberi saran untuk memasuki Candi yang melewati perkampungan, dan bahkan ada kuburan disana, Leindra dan Feby pun menggowes. Lucu memang. Leindra bahkan sudah sangat lama tidak menggunakan sepeda, dan kini ia panik setengah mati mencari anaknya menggunakan sepeda. Jalan ke arah candi yang di bilang ini, melewati hutan juga katanya. Bahkan setelah menggowes limat menit, Leindra masih hanya melihat perkampungan. Jalanannya sepi sekali. Setengah ngeri, apakah anaknya masih utuh apa sudah dibawa dengan orang kampung di sana. Tapi nafasnya sedikit lega melihat gerombolan. Ah, empat orang anak sekolahan yang membentuk lingkaran mengelilingi sesuatu di tengahnya. Leindra langsung buru-buru menghampiri dan ternyata benar. Elang jatuh dari sepedanya dan kedua dengkul kakinya

