"cuma saudara? Maksud kamu apa?" Setelah mencapai perjalanan yang tak lama secara berdiam-diaman dan Feby ditarik keluar dari mobil secara paksa dan kini dihimpit di dinding kamar Leindra. Jangan tanya dengan cara apa Feby bisa naik ke lantai dua. Silahkan pikirkan sendiri. "Jadi?" Hanya itulah yang dapat Feby katakan. Jadi memangnya kamu mau diakui sebagai apa tuan Leindra terhormat? Andai saja Feby berani menjawab seperti itu. Masalahnya posisinya sangat tidak memungkinkan. "Jadi? Kamu yakin bertanya seperti itu kepada saya? Jadi kamu pikir pernyataan cinta saya tadi apa? Saya main-main saja begitu? Kamu pikir semua ini lucu?" Feby bingung, pasalnya siapa yang bilang bahwa Leindra main-main dan sedang melucu? Toh yang ketawa aja engga ada, terus kenapa Feby yang dituduh? Heran.

