"Ada apa Feb? Siapa yang nelpon?" Tanya Adela kepada Feby singkat, yang dijawab Feby dengan gaya hidup segan mati tak mau. "Entah, salah sambung." Metra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menyindir Feby melalui lirik lagu. "Ehem, kau bohong kau bohong lagi-lagi," Dilanjutkan oleh Sukma. "O-ow, kamu ketahuan.. Pacaran lagi.. Dengan dirinya..." Baru saja saja Sukma ingin mengeluarkan seluruh energinya untuk bernyanyi, Feby sudah berteriak duluan. "Diam! Ku usir kalian nanti. Nyampah aja di rumah aku. Udah cukup polusi udara, jangan polusi suara lagi dengan kalian nyanyi kek gitu." Seketika Sukma pura-pura memegang d**a bagian kanannya. "Aduh, sakit oy.. Tekelis jantung aku dengar dio ngomong." Berdrama ria lah Sukma dan Metra. "Suk, jangan mati dulu.. Nanti.. Nanti.."

