Lara

947 Kata

Terik matahari yang panas menyengat kulit Nuga. Walaupun dia sudah menggunakan jaket namun tetap saja masih terasa panas. Kota Surabaya saat siang hari memang sangat panas. Ditambah polusi udara dari kendaran besi yang padat menambah udara semakin panas dan kotor. Nuga mengendarai motornya dengan stabil. Tidak terlalu cepat karena dia ingin sambil menikmati kota siang ini. Sudah lama dia tidak berjalan santai seperti ini. Walaupun pikirannya sedang kacau dan hatinya sedang gundah gulana, namun dia mencoba untuk tetap bisa saja. Seperti tidak ada masalah. Nuga berhenti di depan rumah minimalis dengan pagar warna coklat. Pintu rumah tersebut terbuka lebar. Sesekali Nuga menganggukkan kepala dan tersenyum lebar ketika ada tetangga yang lewat dan menyapanya. Setelah menjadi menantunya Bu Y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN