"Papa tanya sama kamu, Nug. Siapa yang lebih ingin kamu miliki? Bela atau Riana?" Tanya Hendra dengan tegas. Dia menatap Nuga dengan tajam. Nuga diam saja. Otaknya berpikir dengan keras. Sekuat apapun dia memantapkan hati untuk memilih Bela namun nama Riana masih terus saja terdengar untuk lebih dia perhatikan. Nuga sadar dengan statusnya yang suami Bela tapi tetap saja dia tidak bisa melupakan Riana. "Jawab Nuga!" Bentak Marni dengan keras. Seketika suara tangis Raka menggema di rumah itu. Mungkin bayi itu terkejut dengan suara keras Marni. Riana menjadi salah tingkah dengan keadaan ini. Dia berdiri dan mencoba menenangkan putranya. "Mbak Titi.." Panggil Marni memanggil pembantunya. "Iya, Bu." Jawab Mbak Titi sambil berlari tergopoh-gopoh dengar suara teriakan majikannya. "Bant

