Udara malam yang dingin, semilir angin yang bertiup menggoyangkan pepohonan. Suara hewan malam yang memecah keheningan. Sebab, dua insan manusia yang sedang duduk berdampingan dengan mata yang saling berpandangan tidak ada yang mengeluarkan suara. Semuanya terdiam saling memandang, tidak ada yang mengucapkan satu kata pun. Entah apa yang saat ini ada di pikiran masing-masing. Entah saling intropeksi diri atau merangkai kata untuk diucapkan. Sudah lebih dari lima menit mereka berada di posisi itu. Masih sama-sama betah membisu dan masih sama-sama saling memandang dengan tatapan yang lemah. Pandangan itu seakan-akan menyelam ke ruang yang paling dalam di mata, mencari sesuatu hal yang bisa digunakan sebagai jawaban. Namun sayang, tidak ada sesuatu yang penting yang bisa menjadi sebuah jawa

