Mobil sedan putih yang ditumpang oleh Nuga dan Bela serta Yani nampak begitu hening. Tidak satu pun dari mereka yang mengeluarkan suara. Semuanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Bukan, bukan takut tapi mereka enggan untuk berbicara satu sama lain, sedangkan Nuga takut memulai pembicaraan karena dia takut salah bicara yang bisa saja menjadi boomerang untuknya. Jalanan kota Surabaya hari ini terlihat begitu lenggang. Hanya beberapa kendaraan besi yang melintasi sepanjang jalan dan beberapa anak jalanan yang terlihat duduk-duduk di bahu jalan menunggu truk yang mau menampung mereke ke tempat tujuan mereka. Beberapa pengamen jalanan menghampiri setiap kendaraan yang berhenti karena lampu merah. Tak terkecuali mobil yang ditumpangi oleh Nuga. Nuga menurunkan kaca mobilnya. Tangannya kel

