Dokter Fahri menurunkan barang belanjaan Bela yang dia taruh di dalam bagasi. Setelah itu dia berjalan dibelakang Bela dengan tangan yang menenteng belanjaan. Pintu rumah terkunci rapat. Suasananya juga terlihat sepi. Seperti tidak ada penghuninya. Bela mencoba mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan. Mencoba untuk membuka pintu namun terkunci. Akhirnya Bela membuka ponselnya mencoba menghubungi Ibunya tapi ternyata sudah ada pesan masuk dari Ibunya dan dia tidak tahu. Mungkin itu karena dia terlalu asik ngobrol dengan Dokter Fahri. "Ehmm, Dok terima kasih ya sudah nganterin saya." Kata Bela pelan. Tangannya terulur untuk meminta barang belanjaannya dari Dokter Fahri. Dokter Fahri tersenyum sambil menyodorkan barang belanjaan itu. Sebenarnya dia ingin membantu Bela membawakan sampai masu

