Nuga membanting tubuhnya ketika dia baru saja sampai di kamar. Matanya menatap langit-langit kamar dengan lekat. Napasnya terdengar memburu seperti orang yang sedang menyimpan hal yang menyesakkan d**a. Bayangan istrinya yang tertawa lebar dengan Dokter muda yang merawat Ibu mertuanya masih terbayang dipelupuk matanya. Dia tidak pernah melihat Bela tertawa lepas seperti tadi. Tadi Bela terlihat seperti orang yang sedang tidak punya beban. Tapi ketika Bela bersamanya, wanita itu seperti orang yang sedang tertekan. Hal itu membuat hati Nuga tidak nyaman. Dia merasa seperti suami yang tidak bisa membahagiakan istrinya hingga istrinya terlihat bahagia bersama laki-laki lain. Tidak hanya itu saja, telinganya juga masih mendengar ucapan Dokter muda itu. kata-kata yang membuat hatinya sakit. D

