Aku Bukan Prioritasmu

2219 Kata

Senyum terus tersungging di bibir Bela. Bela sangat bersyukur kepada Tuhan karena sudah menjawab doanya. Tuhan membuat operasi Ibunya berjalan dengan lancar dan bahkan kondisi Ibunya semakin membaik. Dan hari ini jadwal Ibunya pulang dari Rumah Sakit. Tidak ada hal yang membuat Bela bersyukur selain melihat wajah cerah yang terpancar dari wajah Ibunya. Tidak ada lagi wajah pucat pasi yang seminggu ini selalu nampak dari wajah Ibunya. Bela begitu bersyukur dengan kesembuhan Ibunya. Setidaknya rasa sedihnya sudah berkurang berkat kesembuhan Ibunya. Walaupun dia masih menyimpan sesak karena ulah suaminya yang terus-terusan membohonginya. “Alhamdulillah ya Ibu sudah boleh pulang sekarang.” Kata Bela begitu dia duduk di samping Ibunya. Yani tersenyum lebar. Tangannya mengelus punggung tanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN