Nuga menimang-nimang keponakannya itu. Dia masih sedikit takut menggendong Raka karena tubuh Raka terasa masih sangat lemah. Maklum bayi berusia 10 hari masih lemah. Dan Nuga merasa takut jika dia salah gendong akan membuat Raka cedera. Namun dia tetep saja menggendong Raka. Riana masuk ke kamar anaknya. Kamar yang bersebelahan dengan kamarnya. Bahkan kamar mereka ada pintu penghubung agar Riana bisa datang ke kamar anaknya dengan cepat. Dia melihat Nuga yang sedang menggendong Raka dengan sabar. Membuat Riana terharu. Andai saja suaminya masih hidup pasti putranya itu memiliki sosok ayah dan mendapatkan kasih sayang seorang ayah. Tapi takdir membuat Riana harus membesarkan anaknya tanpa didampingi oleh suami. Dia harus mengurus anaknya seorang diri. Walaupun dia tahu jika mertuanya tida

