Bela menundukkan kepalanya. Matanya terasa panas dan dadanya terasa sesak. Hatinya begitu sakit ketika melihat orang yang tidak jauh darinya itu. Dia tidak menyangka jika dia akan merasakan hal sakit seperti apa yang dia rasakan beberapa bulan yang lalu. Bela lebih memilih tubuhnya terluka dari pada hatinya yang terluka. Semakin lama matanya melihat pemandangan seperti itu hatinya terasa semakin sakit. Hingga akhirnya Bela memilih berdiri dan berjalan pelan ke arah administrasi untuk menanyakan biaya yang harus dia keluarkan. Tidak ada satu pun perempuan yang bisa menahan sakit melihat suaminya bersama perempuan lain. Apalagi perempuan itu adalah perempuan yang pernah bersarang dihati suaminya. Mungkin, hingga saat ini perempuan itu masih memiliki tempat istimewa dihati suaminya. Dan jik

