Pagi Yang Penuh Haru

830 Kata

Dunia semakin terang ketika matahari mulai muncul ke pandangan. Sinarnya yang terang membuat manusia yang keluar dari rumah memicingkan mata. Cahayanya yang menyala menggantikan tugas sang rembulan. Bela mengusap pipi suaminya dengan lembut. Weekend membuat Nuga sama sekali tidak bergerak dari ranjang. Rasa malas membuat sangat betah berlama-lama tiduran. Apalagi ditemani sang istri yang juga ikut berbaring di ranjang. Matanya tertutup enggan terbuka. Mulutnya menyunggingkan senyum ketika tangan lembut istrinya mengelus bagian wajahnya. Ya, saat ini Nuga hanya ingin berlama-lama bersama istrinya. "Mas, ayo bangun." Kata Bela lembut. Dia menggoyangkan lengan suaminya dengan pelan. Hanya dengkuran kecil yang keluar dari bibir Nuga. Nuga sengaja tidak menjawab apapun karena dia ingin is

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN