Mobil sedan hitam melaju menyusuri jalan Diponegoro. Alunan musik klasik memenuhi mobil sedan yang ditumpangi oleh Bela dan juga Nuga. Tidak ada yang berbicara, hanya dentuman musik dan juga mesin yang menjadi satu. Bela melihat keluar jendela. Sejak keluar dari restoran dia hanya diam. Kekesalannya masih terus membuncah membuat Bela malas berbicara. Bahkan memandang wajah tampan Nuga saja dia sudah malas. Bayangan Nuga yang dipeluk oleh Nela tadi masih menari-nari dipelupuk matanya. Seakan-akan bayangan itu mengejek Bela dan memberi tahu Bela bahwa Nela adalah mantan terindah Nuga. "Arrcgghhhh...." Teriak Bela sambil mengibaskan tangannya. Nuga yang mendengar teriakan istrinya langsung menoleh. Dia mematikan radio dan meminggirkan mobilnya. Nuga mengganti posisi duduknya, dia mengha

