Sekarang, di sinilah Risa. Duduk tenang dengan tangannya yang bergerak mengobati luka yang ada di wajah Arka. Mereka tidak hanya berdua, Irene dan Ghea serta kedua sahabat Arka pun ada di sana. Risa merasa ngeri sendiri ketika mengobati luka Arka. Ada beberapa bagian wajahnya yang membiru, kedua sudut bibirnya juga terluka sehingga sedari tadi mengeluarkan darah. "Lo gimana, sih, Ar, harusnya tadi lo ajak kita. Hajar orang, kok, sendirian, udah gitu yang dihajarnya nggak tanggung-tanggung lagi. 'Kan, repot kalau urusannya udah gini. Luka, 'kan, jadinya? Makanya, jangan suka bertindak sendirian!" celoteh Dion yang tidak ada habisnya sedari tadi. "Omongan lo udah melebihi emak-emak tau, nggak! Bawel bener jadi cowok," sinis Irene. Gadis itu merasa kesal karena sedari tadi Dion berceloteh

