Pukul sepuluh lewat lima, Risa melangkah keluar dari kelas, gadis itu berniat akan menghampiri Arka ke kelasnya dan segera menyusul mama dan papanya ke bandara. Beruntunglah ia, karena soal try out tadi tidak begitu sulit karena mata pelajarannya pun sedikit ia sukai. Risa berjalan sedikit cepat, beberapa kali ia lontarkan kata maaf ketika tidak sengaja menabrak bahu seseorang. Risa ingin cepat, dia tidak mau tahu kalau secepatnya ia harus segera menyusul keluarganya. Dan apa pun keadaannya Risa harus datang tepat waktu. Risa sudah hampir sampai, ia hanya tinggal melewati satu belokan saja dan ia sudah bisa melihat pintu kelas Arka. Di saat jarak sudah dekat, gadis yang mencepol rambutnya asal itu malah memelankan langkahnya. "Pak Bandi nyuruh kita kumpul sekarang, katanya ada pengumu

