Setelah puas mengelilingi luasnya mall, Arka mengajak Risa untuk memanjakan perutnya dengan memasuki salah satu restauran yang ada di sana. Arka yakin, setelah berkeliling tadi, gadis itu pasti merasa lapar. Arka berantisipasi sekarang, takut kalau cewek itu akan mencapnya sebagai laki-laki yang tidak peka lagi. "Kenapa ke sini?" "Lo pikir aja sendiri, hal apa yang biasanya bikin orang mau memasuki restoran?" tanya Arka tanpa menatap Risa, cowok itu tetap berjalan mendahului gadisnya. Risa memutar bola matanya malas. Sebenarnya Arka mengidap penyakit apa, sih? Sebentar baik dan tidak lama kemudian kembali menyebalkan. Benar-benar aneh. Penyakit apa pun itu, Risa harap akan segera musnah. Bukan apa-apa, emosinya akan naik turun kalau ia terus berhadapan dengan Arka yang seperti itu. Apa

