38. Sebuah Rahasia

1409 Kata

"A-Ar, ini maksudnya apa?" Seakan masih tak percaya, Risa masih saja mengerjapkan matanya untuk memastikan kalau gadis itu tidak dalam keadaan bermimpi. Arka tersenyum kemudian mendekat ke arah Risa. "Happy birth day and happy aniversarry yang ke empat bulan, Larisa." "Sekarang masih tanggal dua tujuh, Ar." Arka tersenyum. "Masa, sih? Coba liat jam tangan." Risa pun melihat jam tangannya. Ternyata sekarang sudah pukul dua belas dinihari. Selama itukah ia tidak sadarkan diri? "T-tapi gimana bisa? K-kok, kamu bisa?" Lagi, Arka tersenyum. Direngkuhnya tubuh Risa kemudian mengecup singkat keningnya. "Bisa, dong, apa, sih, yang nggak bisa buat kamu." Tersenyum seraya mencubit pinggang Arka itulah yang Risa lakukan. "Kok, kamu jahat banget, sih?" "Jahat gimana?" "Kamu tau jawabannya, A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN