Bintang kaget setelah menerima telpon dari kantor polisi yang mengabari dirinya mengenai kondisi sang mama yang kini dirawat di rumah sakit. Tubuhnya terasa lemas, hingga kakinya seolah tak mampu menumpu badan tingginya. Ia sudah tergolek di lantai rumah, dengan masih menggenggam ponsel. “Aku merasa sangat tidak berguna!” gumamnya lesu, ia kembali menatap layar ponselnya lalu mencoba menghubungi Gendis. Hanya nama Gendis yang teringat di pikirannya saat ini. “Ya, ada apa kamu menghubungiku semalam ini?” tanya Gendis ketus seperti biasanya. “Mamaku masuk rumah sakit, apa yang harus aku lakukan?” tanya Bintang terdengar seperti orang bodoh. “Apa! Cepat pergi, kenapa malah menghubungiku? Cepat pergi!! Aku akan

