Chapter 24

820 Kata

                Langit berjalan menghampiri sosok lelaki yang tengah lahap menikmati Burger di sebuah restoran siap saji. Ia menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuannya yang seperti kelaparan, “Ckckckk ... kasihan sekali anak hilang” cibir Langit yang kini sudah duduk disamping Bintang.                 Bintang melirik Langit sinis, tanpa perduli dengan kehadirannya ia terus melahap burger hingga gigitan terakhir. “Kenapa? Kenapa ingin bertemu denganku?” tanya Bintang, ia mengelap mulutnya dengan tissu.                 “Astaga, aku dibiarkan menunggu hingga makananmu habis dulu baru kau bicara? Ckck, menyebalkan!” ujar Langit melemparkan tissu bekas pakai ke arah Bintang. “Ada yang ingin aku tanyakan, ini soal Gendis”                 “Apa? Kenapa lagi dengan Gendis?” tanya Bintang ce

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN