Bab 27. Rencana

1126 Kata

“Jadi apa yang mau kamu bicarakan?” Bara kini membawa Tisa ke kamar, tepatnya di balkon. Karena dia tidak mau ada orang lain menguping pembicaraan mereka. Ya, walaupun di rumah sedang tidak ada siapapun, termasuk Andra adiknya. Namun, waspada tetap harus dilakukan. Tisa menggeser posisi duduknya hingga menjadi menghadap sang suami. Dia beberapa kali terlihat gugup hingga harus menelan ludah berkali-kali. Entah kenapa, pembawaan Bara yang tenang membuat gadis itu segan untuk jujur. Tisa menggeleng dengan pemikirnanya barusan. Dia harus bicara. Ini smeua juga demi kebaikan mereka. “Mas,” panggilnya. “Iya.” “Em ….” Ditatapnya wajah Bara, tetapi keberanian itu langsung lenyap tatkala manik kelam sang suami sedang memperhatikannya. “Ah, Tisa gak bisa.” “Loh, kamu kenapa, Tisa?” Bara keb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN