Bab 24. Frontal

1202 Kata

“Huhuhu, kenapa susah banget, sih, jadi konten kreator. Masa Tisa harus kayak badut Pancoran dulu biar terkenal. Ogah! Mau taruh di mana ini muka?” Tisa menghentakkan kakinya kesal di antara duduknya. Bibirnya masih manyun lantaran melihat bagaimana perkembangan akun YT dan sosial media lainnya yang berkembang seperti siput. Padahal, dia sudah menggunakan trik seperti yang diarahkan oleh para suhu. Namun, hasilnya masih saja nihil. Sungguh mengecewakan hingga ingin menyerah. “Ckckck, ternyata lebih enak kerja langsung, daripada ribet bikin konten beginian,” keluhnya sambil menelungkupkan wajah di atas meja. “Apa aku menyerah saja, yah?” Sudah hampir sebulan dia berkutat dalam dunia konten, dunia yang baru bagi gadis tersebut. Selama ini, Tisa berkutat di balik media sosial, alias kerja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN