"Kamu pakai lensa kontak di balik kacamata super tebal ini?" Dia menyelidik, membuat Natasha menggeleng dan berusaha melepaskan pegangan di lengannya. Ia coba beringsut dan berjalan menjauh namun Jullian sama sekali tidak membiarkan. "Melihat kamu malam ini, seperti menyembuhkan semua sakit yang aku rasakan, Nat. Jangan sering-sering menghilang, karena kamu obat paling manjur yang pernah ku punya." Jullian tersenyum. Kini tangannya sudah beralih ke arah dagu milik Natasha. Dari situ penjelajahannya berlanjut ke arah pipi, dahi dan tanpa sadar ia membuka tudung jaket yang wanita itu pakai. Natasha amat mirip dengan seseorang. Walau samar ia dapat merasakan kesamaan itu. "Sakit? Anda sakit?" Tanya meluncur dari bibir berpulas lipgloss beraroma anggur yang membuat senyum Jullian terbit ka

