Tuan Alex berjalan menuju rumah megahnya. Terlihat wajahnya merah padam, lantaran menahan amarah. Ia memasuki kamar Stella. Stella sedang mendengarkan murottal dari ponselnya. Ia merasakan ketenangan yang luar biasa ketika mendengar murottal tersebut Saking asyiknya ia tak melihat, bahwa Papinya sudah berdiri di ambang pintu. "Stella!" Tuan Alex memanggil namanya dengan begitu keras. Namun, Stella tetap diam, tidak mendengarkannya. Tuan Alex berjalan ke arah Stella hingga Stella sadar bahwa Papinya berada di kamar nya. Ia melepas earphone dari telinganya. "Papi," ucap Stella. Stella mendongak, menatap Papinya. "Papi mau ngomong sama kamu. Temuin Papi di ruang kerja Papi," ucap Tuan Alex. Lalu pergi meninggalkan Stella. Stella hanya mengangguk. Ia mematikan Ponselnya lalu be

