Beberapa hari setelah Becca dinyatakan sehat oleh dokter, ketiga orang itu pulang ke Indonesia. Anya merasa tidak enak hati berada dalam deret tempat duduk yang sama dengan Becca dan Rivaldi. Ia merasa dirinya belum diterima oleh Becca. Lebih baik ia bertukar tempat duduk dengan penumpang lain agar terbebas dari rasa bersalahnya pada Becca. Saat mereka bertiga berjalan beriringan dan mengatur tempat duduknya, Anya malah jalan ke deretan kursi di belakang mereka. Membuat Rivaldi menatapnya heran. Apa yang akan dilakukan Anya? “Permisi, apa boleh saya tukar tempat duduk dengan Anda? Saya phobia ketinggian, jadi tidak ingin duduk di samping jendela.” Anya jelas berbohong untuk mendapatkan tempat duduk yang terpisah dari Rivaldi dan Becca. Ia tidak ingin melukai Becca dan ini jug

