Becca memeluk lututnya sendiri di dalam kamarnya. Ia menenggelamkan kepalanya dalam lututnya. Kepalanya terasa pening. Ia melihat sendiri bagaimana Rivaldi terlihat merasa nyaman bersama Anya saat makan malam GD Corp tadi. Bagaimana ayahnya terlihat begitu memperhatikan Anya dan sahabatnya itu juga terlihat memberikan perhatian pada Rivaldi. Hatinya berkecamuk, pikiran negatifnya tentang Anya mencuat dan memenuhi otaknya saat ini. Becca melayangkan pandangannya ke arah luar jendelanya. Ia memperhatikan bulan purnama yang begitu besar di sana namun sinar cahaya bulan itu terlihat begitu misterius. Bulan seakan menyetujui suasana hati Anya yang penuh dengan tanda tanya sekarang. Hatinya mulai terasa ada sesuatu yang tidak beres antara ayah dan sahabatnya itu. Ingin rasanya ia m

