Akasia menggenggam tangan K saat ke duanya telah sampai di depan sebuah rumah yang menjadi misteri bagi ke duanya. Akasia menatap rumah yang jaraknya hanya beberapa langkah darinya itu dengan perasaan yang entah, Akasia sendiri begitu bingung harus seperti apa. Tapi Akasia juga merasakan ada rasa mengenali rumah yang baru Ia lihat itu, apa ini perasaan yang Ia rasakan saat Ia bayi yang masih bisa tinggal disini. Walau Ia sendiri lupa kapan itu terjadi. "Apa Kamu siap L?" Akasia mengangguk, K mengedipkan matanya. Akasia melongo saat pintu yang tertutup itu sudah hancur berantakan. "Apa Kamu tidak terlalu kasar K?" K terkekeh. "Sepertinya Aku memang harus pelan, terlebih Altar sudah mengatakan jika hanya kekuatan kecil yang melindungi pintu itu." Akasia menggelengkan kepalanya kecil, lalu

