Akasia menggeliat dalam tidurnya, Akasia mengernyit saat merasakan perutnya berat. Juga aroma yang terendus di hidungnya, Akasia sedikit membuka matanya. Seingatnya tadi Ia ada di dalam istana yang mewah dan megah, tanpa sadar Akasia menghembuskan nafas lega. Tidak mungkin Ia masuk ke negeri dongeng seperti novel fantasi pada umumnya kan? Tidak mungkin juga hal itu ada di dunia nyata walau pun bukti nyata adanya K sudah beberapa hari ada di hidupnya. "Ternyata hanya mimpi." gumam Akasia. "Tidak L, Kamu tidak mimpi." Akasia segera memundurkan kepalanya saat Ia mendengar suara berat khas orang bangun tidur. Akasia mendongakkan sedikit kepalanya, mata Akasia melebar dengan kecepan kilat. "K?" Akasia akan beranjak, karena sekarang Akasia tepat di d**a bidang K. Tangan Akasia yang tadi memel

