Dia Bian

2255 Kata

"Permisi, maaf saya mengganggu." Kinan membulatkan matanya. Kenapa si bos besarnya itu bisa tahu kalau dia di rawat? Sedangkan dia tidak memberitahu siapa pun mengenai ini. Ah, bagaimana mau mengabari jika satu-satunya alat komunikasi yang digunakan untuk menghubungi entah berada di mana. Penolongnya semalam, mungkin lupa mengambil barang-barang miliknya juga. Sangat wajar, dalam kondisi seperti itu mana mungkin berpikir sampai sana. Kinan sekarang hanya sedang berharap jika ada salah satu orang yang datang membawakan tas miliknya. Dia takut jika sang ibu menghubunginya. Tidak mendapatkan jawab tentu membuat wanita itu khawatir. "Apa saya mengganggu istirahat kamu?" Pria yang masih mengenakan setelan rapi itu kembali bertanya kala tidak kunjung juga mendapati si lawan bicaranya menjawa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN