Entah baik atau buruk, Kinan langsung dipertemukan dengan Bian begitu kaki menginjak pada lantai perusahaan. Kinan sudah yakin sebelumnya. Maka dia bergerak menghampiri pria yang baru turun dari mobil itu. Membiarkan mobilnya di parkirkan oleh petugas keamanan yang berjaga. Hatinya sedikit ragu, namun berkali-kali meyakinkan diri. "Maaf Pak, bolehkah saya meminta waktu Bapak sebentar? Ada yang hendak saya sampaikan," ucap Kinan yang mampu menghentikan langkah Bian. Jarinya saling meremat saking gugupnya. Kepalanya mulai menyusun kata yang tepat. Semoga saja tidak terjadi perselisihan antara pikiran dan mulutnya. Sangat sulit menyelaraskan keduanya. Pikiran hendak berbicara a, namun mulut malah mengucapkan b. Apa hanya Kinan yang mengalami? Menaikkan alisnya. "Saya?" tanya Bian sambil menu

