"Lepas!" teriak Kinan yang dengan sekuat tenaga melepaskan cengkeraman tangan pria itu. Sudah lebih dari lima menit dan usahanya sama sekali tidak membuahkan hasil. Tanaganya sudah berkurang drastis. Di tambah perutnya yang terakhir kali menerima suapan di siang hati saat istirahat, sekitar tujuh jam yang lalu. "Apa yang lu inginkan dari gua? Lepas sekarang juga atau gua bakal teriak?!" Kinan lupa jika dia sedari tadi sudah meninggikan suaranya. Rasanya percuma karena tubuhnya sudah terseret jauh dari lobi kantor di mana dia bisa melihat dua orang penjaga. Jika dibandingkan antara tenaga Kinan dan pria yang menariknya, tentu Kinan kalah telak. Berusaha sekuat mungkin melepaskan cekalan, bukannya berhasil malah tangannya yang makin sakit. Kinan tidak tahu apa tujuan pria itu menyeret paksa,

