Alvian memasuki markas itu, bau aneh pun tercium. Suasana yang berbeda dibanding ia mengunjungi tempat ini terakhir kali. Seharusnya lampu di dalam ruangan menyala, mungkin saja kehabisan daya. Di ruangan selanjutnya akhirnya ia menemukan mereka, sekumpulan orang yang dua orang di antaranya terkapar. Alvian menemukan beberapa botol yang juga berserakan di antara mereka. “Hei, Alvian” kata salah seorang dengan mata setengah membuka. Alvian maju mendekati mereka. Ia melihat-lihat botol itu lalu melemparnya, membuatnya pecah menjadi beberapa keping. Suara pecahan menggema di ruangan itu. “Kalian ini sedang apa? Apa maksud kalian kalau Andine melarikan diri? Kalian apakan Andine?” tanyanya penuh amarah “Biar aku jawab satu-satu ya. Yang pertama, kamu lihat sendiri kan? Kita sedang berpest

