Dalam perjalanan menuju apartemen, Diana masih tak percaya bisa bertemu dengan Vivian di Indonesia, seakan takdir tak mengizinkannya untuk melupakan pria itu. Arsen melirik Diana di sampingnya. “Bagaimana perasaanmu setelah bertemu dengannya?” Diana menghela nafas. “Aku sangat terkejut,” aku Diana. “Aku kira aku tak akan bertemu dengan mantan suamiku, tapi perkiraanku salah.” “Menurutmu, bagaimana keadaannya setelah pisah denganmu.” “Dia terlihat baik-baik saja.” Wajah Diana berubah murung. “Sepertinya, dia hidup bahagia dengan Vellia.” “Kau juga sudah hidup bahagia tanpa dia.” Diana tersenyum kemudian mengangguk. Walau pun ia tak yakin dengan itu. Pasalnya ada rasa kecewa yang Diana rasakan saat tau Vivian bersama Vellia. Jika harus di katakan, dia masih mengharapkan Vivian, j

