20. Tiga Tahun Kemudian

1548 Kata

Sinar matahari menyelinap masuk dari celah jendela, menyilaukan seorang wanita yang masih terlelap. Ia mengambil boneka Winnie the Pooh kesayangannya, dan menutupkan wajahnya dengan benda itu. Drtt! Drtt! Baru saja ia hendak memejamkan matanya, bunyi alarm ponselnya kembali mengganggunya. Ia mendengus kesal, dan segera meraih ponselnya yang terletak di samping ranjangnya. Setelah di matikan wanita itu segera bangun, matanya masih terpejam, rambutnya sangat berantakan. Drtt! Drtt! Drtt! Ia membuka matanya dan melirik ponselnya dengan kesal. Ternyata sebuah panggilan masuk, bukan alarm. Ia mengambil ponselnya dengan kesal. “Mau bangun atau aku susul kau ke New York, Lia?!” Lia menjauhkan ponselnya dari telinga saat mendengar suara Farah yang memekakkan telinga. “Ya Tuhan, Farah ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN