Kau hampir menciumku?!” tanya Diana dengan nada tinggi. Membuat Vivian menyesali telah berkata jujur, padahal dia kira Diana sudah tau, tapi pikirannya salah. Lalu bagaimana menjelaskannya pada Diana? “Kau belum tau, ya?” tanya Vivian dengan suara mencicit Diana berubah murung. “Mengapa kau begitu pada Vellia?” cetusnya. Vivian mengernyit bingung. “Vellia?” “Ya, bukankah selama ini kau mengejarnya, tapi kenapa di saat kau sudah mendapatkannya, kau justru menyia-nyiakannya? Kua dekati aku, karena Vellia ada di Belanda, kan? Tapi seharusnya kau tak boleh begitu. Kalian sudah memiliki anak, dan tentu saja anak lelakimu harus mendapatkan contoh yang baik dari ayahnya.” Vivian semakin tak paham dengan pembicaraan Diana. “Sebenarnya kau sedang bicarakan apa, Diana? Aku tidak paham.” D

