“Jadi, tujuan kami kemari, ingin melamar Arabella.” Daniel memulai pokok pembicaraan mereka. “Apa kau sudah mengenal putri kami, Arabella?” Kali ini Vivian yang bertanya. “Kami sudah mendengar ceritanya dari Devon. Menurut cerita putraku dia putrimu sangat baik hati dan setia.” Bella menunduk malu. “Ya, putri kami memang begitu, dia sangat penyayang, tidak hanya pada sesama manusia, dengan hewan pun begitu. Tapi, memang sangat di sayangkan, jika Bella tidak pintat memasak.” “Ayah,” tegur Bella. Semuanya tergelak. “Dia juga sangat pemalu,” tambah Diana. “Ya aku tau, maka dari itu kami ingin Bella menjadi menantu kami. Menjadi pendamping putra kami, Devon.” “Ya, jadi bagaimana? Apa kau menerimanya?” Lia bertanya dengan tidak sabar. Diana menoleh pada Vivian. “Sebenarnya, aku

