Cahaya matahari memancarkan sinar hangatnya. Menyapa setiap insan memulai hari mereka. Sementara itu, Vivian dan Diana masih saja terpejam di ranjang empuk mereka, enggan membuka mata, padahal hari ini adalah hari di mana tujuan mereka datang ke Indonesia. Diana mengernyit saat merasa silau dengan pantulan cahaya yang menyelinap dari celah jendela. Dia mengucak matanya, guna memperjelas penglihatannya. Tangannya yang hendak terulur untuk meregangkan otot-ototnya merasa kaku dan kebas. Dan dia baru tersadar, sebuah tangan kekar melingkar di perutnya. Sontak saja Diana terkejut, dia segera bangkit dari tidurnya, menatap Vivian yang masih terlelap tidur. Dan pagi itu adalah pertama kalinya bagi Diana melihat Vivian tertidur dengan lelap. Diana mendekatkan wajahnya, memperhatikan Vivian dari

