“Apa bisa kau melupakan dia?” tanyanya dengan mata berbinar penuh harap. Sedangkan Vivian hanya terpaku di tempatnya sembari memandang wajah Diana yang entah mengapa terlihat menggemaskan. Sedetik kemudian, Vivian mengerjapkan matanya, mengalihkan tatapannya, sesaat menghela nafas, jantungnya tiba-tiba saja berdegup cepat. Ada apa ini? -batinnya. “Vivian, kau belum bisa melupakannya?” Vivian menoleh singkat pada Diana. “Maksudmu apa?” tanya Vivian dengan salah tingkah, karena Diana memandangnya dengan jarak yang begitu dekat. “Ya, maksudku kau melupakan Vellia. Aku tau semalaman kau sulit tidur karena memikirkannya, bukan?” “Diana, aku harap kau tidak ikut campur dengan masalahku.” Vivian bangkit dari duduknya, ada yang harus dia tuntaskan di toilet. Sementara Diana tampak kecewa

