"Kamu yakin sudah benar mencari info ini?" tanya Daniel pada seseorang pria yang sedang tertunduk hormat di hadapannya. "Saya yakin, Sir. Karena saya mendapatkannya langsung dari salah satu pengajar di sana,” jawab pria itu yang masih menundukkan pandangannya. "Semudah itu?" tanya Daniel. Iyas tersenyum kecil, Daniel yang mengerti hanya menggelengkan kepalanya. "Lagi, lagi uang berbicara," ujarnya dingin. Iyas mengangguk dengan senyum kecil yang terukir di wajahnya. Iyas Aliando, pria berusia 20an itu merupakan kaki tangan Daniel yang paling ia percaya selain Tian. Iyas bekerja dengan bersih, walaupun tak jarang Iyas menggunakan kekerasan untuk mendapatkan sebuah informasi yang Daniel pinta, tapi Iyas bisa mengatasinya baik. Setelah di rasanya cukup, Daniel mengibaskan tangannya seb

