82 | I Know You Still Love Me

2301 Kata

Ditrisya memijit kepalanya yang mendadak pening. Kenapa hanya karena tidak ingin Ahyar berpikir dia punya harapan, Ditrisya secara tidak langsung memberikan harapan ke Imran. Sepanjang kurang lebih tiga puluh menit obrolan mereka, Ditrisya dibuat tidak nyaman karena Imran terus-terusan tersenyum. Sikapnya juga jadi lebih santai, Ditrisya takut dirinya tidak bisa mengabulkan harapan itu. Ditrisya bersyukur karena obrolannya berakhir lebih cepat, setelah Imran menerima telepon yang mengharuskannya pergi. Namun, nasi sudah telanjur jadi bubur. Ditrisya hanya bisa berharap jawaban 'belum'-nya cukup untuk menegaskan pada Ahyar bahwa dia tidak menghadapkan laki-laki itu dalam hidupnya. Merasakan seseorang tanpa permisi menarik kursi dan duduk di depannya, Ditrisya sontak mengangkat wajah. Beta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN