"Aku tidak buta, Bian! Selama ini aku menipumu dan yang lainnya,"ucap Adhiti sedikit takut dengan respon Albian. Albian mengelus puncak kepala Adhiti. Pria itu menatap Adhiti lekat, membuat Adhiti dalam kecemasan. "Aku tahu,"ungkap Albian lagi tanpa ekspresi terkejut sekali pun. Kening Adhiti berkerut melihat betapa datarnya ekspresi Albian. Bahkan pria itu tersenyum begitu lembut ke arah Adhiti. Elusan lembut tangan Albian juga tidak lepas dari rambut Adhiti. "Kamu tahu?"tanya Adhiti heran. Malah sebaliknya Adhiti lah yang dibuat terkejut oleh pria tersebut. Padahal sejak tadi, tangan Adhiti tidak hentinya saling bertaut. Dia sudah berusaha menabahkah hatinya jika Albian kecewa karena dibohongi. Sambil tersenyum manis pria itu mengangguk menatap kepada mata Adhiti. "Kamu marah kare

