"Hentikan sandiwara kalian berdua,"kata Albian tegas menatap keduanya. Jehan menyipitkan mata balas menata Albian."Apa yang abang bicarakan?" "Kamu pikir abang tidak tahu kalau kalian berdua sudah baikan? Benarkan Adhiti? Bahkan aku pernah mendengar Jehan berbicara melalui ponsel malam hari ketika aku melewati kamarnya,"kata Albian lebih jelas lagi. Flashback On Albian tidak bisa tidur malam ini, pikirannya berkecamuk. Adhiti sudah mulai sedikit lunak terhadapnya, sudah banyak perubahan sejak Albian bertekad mendekati Adhiti di awal. "Kalau Adhiti bisa luluh dan memaafkanku, tinggal berbicara kepada Jehan. Sekarang Adhiti masih bekum memberikan lampu hijau, tapi aku yakin sebentar lagi dia akan memaafkanku. Seperti yang ibu katakan, dia memiliki hati yang lembut,"pikir Albian di otakn

