Bab 38

1144 Kata

Setelah memastikan sang istri tertidur lelap, Carter perlahan beranjak meninggalkan kamar. Di ruang kerjanya, Carter kembali menghubungi nomor asing yang sejak dua hari ini terus mengusik ketenangan hatinya. "Halo .." sapa Carter terlebih dahulu. Karena saat panggilan tersambung, tak ada suara sapaan dari si penerima telepon. "Halo Carter...apa kau masih mengingat suara merduku?" deg! Jantung Carter berpacu dengan kecepatan maksimal. Ia sangat mengenali suara wanita itu. Reflek Carter menoleh ke arah pintu, padahal pintu sudah ia tutup rapat. Sebelum menjawab pertanyaan sang wanita, Carter meneguk ludah untuk melegakan tenggorokannya yang terasa kering. "Selena?" tebak Carter meski sadar suara tersebut adalah milik wanita yang baru saja ia sebutkan namanya. "Kau benar. Aku senang ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN