Senyum lebar nan mempesona terlihat jelas di wajah kedua insan yang tengah berbahagia. Terutama rona kebahagiaan yang terpancar jelas di wajah si pengantin pria. Sedangkan sang mempelai wanita lebih cenderung tersenyum malu-malu, apa lagi jika harus menyambut tamu undangan dari Andrew yang notabene adalah orang-orang dari kalangan kelas atas. "Jangan merasa rendah diri, abaikan saja tatapan sinis orang kepadamu. Cukup lihat arti dari tatapanku saja, itu yang harus kau waspadai." Bisik Andrew membuat tengkuk Narsih meremang. Tiba-tiba sekelebat bayangan malam panas dua bulan yang lalu kembali menguar di pelupuk matanya. Narsih meringis ngeri lalu kembali fokus pada tamu yang sudah mengantri untuk bersalaman juga melakukan foto bersama. "Dasar kau fe do fil dude...lihatlah seberapa imut

