Love is Everything We Need

1269 Kata

Setelah membiarkan setengah jam lebih Tyrex menyendiri, Lexi akhirnya meninggalkan ruang tamu dan menyusul pria itu. Dengan hati-hati ia membuka pintu dan masuk. Kamar Tyrex tampak gelap, namun lampu kamar mandinya menyala. Langkah Lexi terayun menuju ke sana dan ia menemukan Tyrex duduk di lantai dengan wajah sembab. Sembari bersandar di pintu masuk, Lexi melemparkan senyum padanya. “Aku sering melakukan ini dulu. Menangis di lantai kamar mandi adalah momen paling melegakan,” ucap Lexi dengan pelan. Tyrex tertawa kecil meski terdengar sumbang. “Sudah puas. Aku meluapkan seperti seorang perempuan patah hati,” balasnya dengan kecut sekaligus tersipu. Lexi terkekeh dan mengulurkan tangannya. “Cukup kau merenung sendiri. Kini waktunya berbagi bersama kami. Aku dan seluruh yang ada di si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN