Masih di kediaman Kelvin .
"nona ini s**u yang anda pinta"! Kata mbak umi sambil menyerahkan kotak kecil s**u untuk usia 0 sampai 6 bulan.
"Mbak ,buatkan susunya ya tapi jangan terlalu kental, takutnya nanti susah pup nya"!
"Baik nona," mbak umi segera mengerjakan apa yang di minta Alexa,sedangkan Alexa masih duduk di sofa sambil memangku Leon yang sudah tenang,meskipun tidak tidur tapi bayi tersebut terlihat diam dan sangat nyaman di pangkuan Alexa.
"Ini , nona"! Alexsa menerima botol s**u tersebut dan mulai memberikan kepada Leon,bayi laki laki tersebut nampak menyedot nya dengan lahap,hingga beberapa saat Leon pun tertidur dengan s**u yang sudah habis.
"Mbak sepertinya tuan Leon sudah tertidur,kalau begitu saya bisa pulang"! Celetuk alexsa sambil memberikan bayi tampan tersebut ke arah mbak umi.
Oooeekk,". Oooeekk"!!
Leon kembali menangis saat berpindah tangan ke tangan mbak umi.
"Nona dia menangis lagi"! Celetuk mbak umi yang mendadak bingung. Alexa kembali meraih bayi mungil tersebut,dan tak berselang lama tenang kembali, begitu pun sampai beberapa kali.
"Hemmm, lebih baik kau menginap saja disini,sepertinya Leon tidak mau kau tinggal"! Kata Kelvin akhirnya ,kepalanya sedikit berdenyut melihat drama anak bayinya sore itu.
"Apaa,, tapi boss"!! Pekik Alexa.
"Sudah ,aku akan memberimu bonus,anggap sajan kau sedang lembut malam ini"! Kata Kelvin dengan tatapan datar nya tertuju pada Alexa .
"Tapi"!! Ucapan Alexa terhenti karena Kelvin memotong nya.
"Bik ,siapkan baju ganti untuknya"! Sahut Kelvin .
"Baik tuan. Mari nona "! Kata bik Titin mengajak Alexa untuk naik kelantai dua menuju kamar tuan mudanya.
Ceklek".
"Nona,anda bisa istirahat di sini,sebentar saya akan siapkan baju untuk anda"! Kata bik Titin lalu pergi kesebuah kamar,dimana masih banyak baju baru mediang anggun ,nyonya besarnya yang masih belum terpakai sama sekali,bahkan bandrol harganya pun masih tergantung di pakaian tersebut.
"Sayang,kenapa tidak mau ditinggal sama kak Alexa,apa kamu suka ya denganku"! Kata alexsa sambil sesekali mengusap pipi Leon, seharunya untuk bayi seusianya pertumbuhan badanya harus sudah naik,terutama berat badan,namun lain halnya bayi tampan tersebut masih terlihat kurus.
"Apa kamu mau kakak kelonin, biar tidurmu nyenyak,hehee"! Kembali Alexa berbicara kepada bayi yang sudah terlelap tersebut,bersamaan dengan itu Kelvin yang melihat dan mendengar nya pun terpaku di tempat,.
"Sepertinya Leon sangat nyaman berada di gendongan ya"! Gumam Kelvin dalam hati sambil terus memperhatikan interaksi antara Alexa dan anak nya.
"Permisi tuan"! Kata bik Titin lirih, kelvin pun terlonjak kaget sontak masuk kedalam kamar tersebut dan di ikuti oleh bik Titin.
"Nona,ini baju ganti untuk anda"! Kata bik Titin sambil menyerahkan satu setel piama dan dalamnya sekaligus.
Mata Alexa terbelalak sempurna saat melihat benda keramat yang selalu menempel pada dadanya terekspos sempurna,apalagi di dalam kamar tersebut anak Kelvin,ya meskipun Kelvin sudah pura pura tidak melihat dan memalingkan wajahnya,tapi tetap saja untuk Alexa yang notabennya masih gadis itu merasa sangat malu.
Alexa tidak menjawab ,hanya mengigit bibir bawahnya,dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Hehee,saya taruh di sini ya , nona '! Kata bik Titin yang sepertinya tahu dengan tatapan Alexa tersebut.
"Hemmmm"!! Sahut Kelvin lalu melangkah meninggalkan kamar tersebut ,namun baru saja sampai di ambang pintu ,terdengar Alexa berbicara lagi dengan Leon.
"Leon sayang,kamu tidur dulu ya ,kakak Alexa mau mandi, kalau kamu menangis lagi ,kak lexsa tidak akan menggendong mu lagi"! Kata alexsa sambil perlahan membaringkan Leon di atas tempat tidur di kamar tersebut.
Leon masih tenang dalam tidurnya.
"Semenurut itu ya"! Gumam Kelvin dalam hati keheranan.
Alexa beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Kelvin kembali masuk kedalam kamar memastikan jika anak nya benar benar tertidur dengan tenang.
"Ada apa tuan"!? Tanya bik Titin yang masih berada di dalam kamar tersebut.
Hemmmm"!! Sahut Kelvin kemudian berjalan keluar dari kamar tersebut dan masuk kedalam kamar pribadinya.
Di luar mansion Miko masih menunggu Alexa yang tak kunjung keluar ,dengan rasa penasarannya Miko pun masuk kedalam mansion,dan berpapasan dengan bik Titin yang baru saja menuruni anak tangga.
"Bik,dimana nona alexsa"! Tanya Miko yang sudah sangat penasaran,pasalnya di ruang tamu dan ruang tengah nampak sepi.
"Nona Alexa sedang berada di lantai atas di kamar tuan Leon,sepertinya nona Alexa akan menginap di sini,tuan"! Jelas bik Titin.
"Apaa"!! Pekik Miko yang mendadak syok.
"Bik,jangan jangan "!! Ucapan Miko terhenti ,matanya menatap bik Titin dengan serius.
"Doakan saja tuan,mudah mudahan ini awal yang baik"! Bisik bik Titin sambil tersenyum.
"Ckck, jadi firasatku benar"! Gumam miko dalam hati yang sepertinya ini memang merasa akan ada bau bau drama percintaan lagi.
"Kalau begitu saya pulang dulu bik"! Kata Miko akhirnya dan di anggukin oleh bik Titin.
Waktu terus berlalu dan jam makan malam pun tiba.kelvin pun bingung semenjak Alexa menginap disini tidak terdengar Leon menangis seperti biasa nya.
"Bik, panggilkan dia untuk makan malam,"kata Kelvin yang sudah duduk di kursi meja makan.
"Baik ,tuan"! Bik Titin segera berjalan menuju lantai dua di kamar tuan mudanya.
Tok.tok.tok
*"Masuk"!! Sahut Alexa dari dalam ,.
"Nona,ditunggu tuan besar untuk malan malam di bawah"! .kata bik Titin sambil menatap penuh kagum kepada Alexa yang begitu lihat dalam mengurus tuan mudanya.
"Baik bik,ayo sayang kita makan malam"! Sahut alexsa sambil mengangkat tubuh Leon yang sedang terbangun tersebut.
Alexa pun menuruni anak tangga secara hati hati dan di ikuti bik Titin yang berjalan di belakangnya.
"Sayang ,Leon dengan mbak umi sebentar nya,kakak Alexa mau makan dulu"!
Cup, cup, cup", kata Alexa sambil menciumi seluruh inci wajah Leon yang nampak merespon ucapan Alexa .
"Dia hanya mencium anak ku kan,kenapa aku yang baper begini"! Gumam Kelvin sambil sesekali melirik ke arah Alexa yang sedang sibuk sendiri dengan anak nya.
Alexa pun duduk tak jauh dari Kelvin,setelah memberikan Leon kepada mbak umi.
"Ckck,orang kaya Mah,makan berdua saja kala kala mau resepsi pernikahan ,banyak sekali masaknya"! Gumam Alexa dalam hati sambil menatap seluruh hidangan yang ada di hadapanya.
"Hemmm, makanlah"! Kata kelvin akhirnya .
Alexa mulai mengambil nasi ke dalam piringnya.manum tanganya terhenti saat melihat piring Kelvin masih kosong.
"CK, anda menyuruhku makan tapi anda sendiri tidak makan,boss"? Celetuk Alexa sambil mengambil piring Kelvin dan menuangkan nasi ke dalam piringnya.
Deg"!!
Ada perasaan lain yang tiba tiba datang,dulu selalu nya bik Titin yang meladeni nya makan meskipun ada anggun di sisih nya ,namun mediang sang istri tidak perna bersikap seperti itu kepada Kelvin.
"Silahkan makan boss, apa nasinya kurang,atau lauk nya kurang"! Tanya Alexa sambil menatap serius kearah Kelvin.
"Tidak"!! Pekik Kelvin yang malah semakin salah tingkah di buatnya.
"Nona alexsa sangat pandai dan lembut juga mengurus tuan Kelvin ,mudah mudahan mereka jodoh ya um." Bisik bik Titin kepada mbak umi.
"Iya bik, semoga saja biar mansion ini mempunyai nyonya besar "! Sahut mbak umi..
Keduanya pun dalam diam tersenyum sambil menatap interaksi antara Alexsa dan tuan besarnya