Mikael senang luar biasa, dia segera berlari meninggalkan kelas yang baru saja usai. Tak henti-hentinya dia mengulang kalimat yang sama pada supirnya. “Cepat! Cepat!” “Tenanglah, Tuan Mikael. Kita akan sampai sebentar lagi.” Supirnya sampai lelah mengulang kalimat yang sama pula. Semua itu karena adik iparnya baru saja melahirkan anak yang dijanjikan akan diberikan padanya. Mikael tak sabar lagi untuk bisa menimang bayi akan akan jadi putrinya itu. “Semua itu salah Vian! Kalau dia bilang Alex udah mau lahiran, pasti gua udah bolos kuliah dari awal. Masa bilangnya pas udah lahir! Nyebelin, kan! Cepat ya, Pak!” Dia mulai memaksa, menghentak-hentakkan kakinya tak sabaran. “Iya, Tuan.” Supirnya sudah pasrah, mempercepat laju mobilnya. Dan begitu mobilnya sampai di depan rumah sakit, Mik
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


