"Baru tuh jam tangannya," olok Agha ketika usai berdoa. Eril terkekeh kecil. Ia dan Hanum tak tahu kalau banyak yang menonton. Bahkan beberapa karyawan Eril. Kan sebenarnya itu adalah acara kantornya Eril. Ia memang kerap membuat penyuluhan atau memberikan bantuan kepada masyarakat. Ada rezeki sedikit langsung dibagi. Dan ternyata, proyeknya bertambah banyak. Keduanya sama-sama kekuar dari mushola. Hendak kembali lagi lokasi tadi. Yang lain? Baru mau menyusul ke mushola. Termasuk Hanum dan para perempuan lainnya. "Mumpung orangnya masih di sini, lamar aja, bang." Ia terkekeh. Ya sih. Memang benar. Ia juga sempat galau. Sampai sekarang masih galau? "Cocok lah kalian berdua." Ia tertawa. "Sama aja kayak Mai." "Namanya juga suami-istri, bang. Kan satu frekuensi. Mai juga sering ceri

